TANGGALKAN MANUSIA LAMA DAN KENAKAN MANUSIA BARU | EFESUS 4:20-25
Sobat Obor, pasti kita tidak asing dengan seorang yang bernama Mahatma Gandhi. Tanggal 30 Januari 1984 adalah hari yang biasa bagi Mahatma Gandhi: tenang, tetapi juga sibuk. Tenang sebab tiap hari Gandhi bersaat teduh dan menyanyikan lagu kesayangannya, yaitu When I survey the Wondrous Cross (Kj 169, “Memandang Salib Rajaku”). Namun, juga sibuk sebab ratusan juta orang meletakkan harapan di pundak Gandhi untuk mendamaikan kerusuhan agama. Dengan tubuh tinggal kulit pembalut tulang, dalam usia tujuh puluh delapan tahun, Gandhi tiap hari sibuk mengupayakan perdamaian. Lalu pada hari itu terjadilah tragedi berikut. Pada malam itu, dalam pertemuan doa untuk perdamaian, Gandhi ditembak mati oleh seorang pengagumnya sendiri yang kecewa karena Gandhi dianggap terlalu toleran.
Gandhi lahir dan meninggal dunia sebagai seorang pemeluk agama Hindu. Namun sebenarnya ia hidup sebagai pengikut Kristus. Selama dua tahun ia surat menyurat dengan seorang teolog Leo Tolstoy dari Rusia. Ia begitu terpikat oleh diri Yesus dalam Khotbah di bukit. Stanley Jones, seorang misionaris yang merupakan sahabat Gandhi, menulis: “seorang yang paling menyerupai Kristus adalah justru bukan seorang Kristen.” K George, seorang pemikir gereja India menulis buku berjudul Gandhi’s Challenge to Christianity, dan di halaman pertamanya tertulis bahwa buku ini dipersembahkan “kepada Mahatma Gandhi yang membuat Yesus serta pesan-Nya manjadi nyata bagi saya.”
Sobat obor, kalau Gandhi begitu dijiwai oleh Kristus, mengapa dia tidak menjadi Kristen? Pertanyaan itu pernah ditanyakan langsung kepadanya, dan di depan pertemuan Pemuda Kristen di Colombo Gandhi menjawab, “seandainya yang saya lihat hanya Khotbah di bukit, tanpa ragu saya mengaku diri Kristen, tetapi sungguh sayang apa yang saya lihat dalam agama Kristen justru sering merupakan ingkaran dari khorbah di bukit.”
Sobat obor, sebagai orang muda, sebagai pengikut Yesus kita diingatkan dan terdorong untuk mewujudkan manusia baru dalam tindakan agar supaya boleh jadi kesaksian. Amin (FPK)

