PEMIMPIN JUGA MEMILIKI KETERBATASAN | KELUARAN 18 : 13 – 16

Sobat obor, Banyak orang berpikir bahwa seorang pemimpin harus selalu kuat, selalu mampu, dan sanggup menyelesaikan semua persoalan sendirian. Akibatnya, tidak sedikit pemimpin yang memikul beban yang terlalu berat karena merasa semua harus bergantung kepadanya. Firman Tuhan dalam Keluaran 18:13–16 menunjukkan bahwa pemikiran seperti ini tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Dalam bagian ini, Musa duduk mengadili bangsa Israel dari pagi sampai petang. Orang-orang berdiri mengantre untuk menyampaikan persoalan mereka, Musa melayani mereka seorang demi seorang. Ketika Yitro melihat hal itu, ia bertanya, “Apakah yang kaulakukan terhadap bangsa itu?” Musa menjelaskan bahwa bangsa itu datang kepadanya untuk meminta petunjuk Allah. Ia mengadili setiap perkara dan mengajarkan ketetapan serta hukum Tuhan kepada mereka. Tidak ada yang salah dengan motivasi Musa. Ia ingin melayani umat dengan setia dan membawa mereka kepada kehendak Allah. Namun, dari cara Musa bekerja, kita melihat bahwa ia memikul seluruh beban pelayanan seorang diri. Ia lupa bahwa dirinya tetap manusia yang memiliki tenaga, waktu, dan kemampuan yang terbatas. Bagian ini, Tuhan mengajarkan bahwa mengakui keterbatasan bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kebijaksanaan. Pemimpin yang baik bukanlah orang yang mengerjakan semuanya sendiri, tetapi orang yang mengetahui kapan harus meminta pertolongan, berbagi tanggung jawab, dan mempercayai orang lain untuk ikut melayani. Ketika seorang pemimpin memaksakan diri melakukan semuanya, ia berisiko mengalami kelelahan, kehilangan sukacita, bahkan membuat pelayanan menjadi kurang efektif.

Sobat obor, kita mungkin dipercaya menjadi pengurus organisasi, pelayan ibadah, ketua kelompok. Jangan berpikir bahwa semua harus dikerjakan sendiri. Belajarlah membangun kerja sama, menghargai kemampuan orang lain, dan tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap tanggung jawab. Marilah kita menjadi pemimpin yang rendah hati, yang sadar bahwa kemampuan kita terbatas, tetapi kuasa Tuhan tidak terbatas. Ketika kita menyerahkan kepemimpinan kepada Tuhan dan membuka diri untuk bekerja bersama orang lain, pelayanan akan menjadi lebih ringan, lebih efektif, dan semakin memuliakan nama Tuhan. Amin (SIS)