BELAJARLAH MENERIMA NASIHAT YANG BIJAKSANA | KELUARAN 18 : 17 – 20
Sobat Obor, Salah satu ciri orang yang bertumbuh dalam iman adalah memiliki hati yang mau diajar. Semakin tinggi poSISi seseorang, semakin besar pula kebutuhannya akan nasihat yang benar. Keluaran 18:17–20 menunjukkan bahwa bahkan Musa, seorang pemimpin besar yang dipakai Allah, tetap membutuhkan masukan dari orang lain. Ketika Yitro melihat Musa mengadili bangsa Israel seorang diri dari pagi sampai petang, ia berkata, “Tidak baik seperti yang kaulakukan itu.” Perkataan tersebut bukanlah bentuk penghinaan, melainkan ungkapan kasih dan kepedulian. Yitro melihat bahwa jika Musa terus memikul seluruh beban sendiri, ia akan kelelahan dan pelayanan kepada bangsa Israel tidak akan berjalan dengan baik. Yitro kemudian mengingatkan Musa agar tetap menjalankan tugas utamanya, yaitu menjadi wakil bangsa di hadapan Allah, membawa setiap perkara kepada Tuhan, mengajarkan ketetapan-ketetapan-Nya, dan menunjukkan jalan hidup yang harus ditempuh umat. Dengan kata lain, Yitro mengarahkan Musa untuk memusatkan perhatian pada panggilan yang Tuhan berikan, bukan berusaha mengerjakan semuanya sendiri.
Dari bagian ini kita belajar bahwa Tuhan sering menyampaikan hikmat melalui orang-orang di sekitar kita. Nasihat dapat datang dari orang tua, pembina, pendeta, sahabat, atau siapa saja yang memiliki hati yang tulus. Masalahnya bukan apakah nasihat itu menyenangkan untuk didengar, tetapi apakah nasihat itu membawa kita semakin dekat kepada kehendak Tuhan. Kerendahan hati untuk menerima koreksi adalah tanda kedewasaan rohani. Orang yang menolak nasihat karena kesombongan akan sulit bertumbuh. Sebaliknya, orang yang bersedia mendengar, mempertimbangkan, dan melakukan nasihat yang benar akan semakin bijaksana dalam mengambil keputusan.
Marilah kita memiliki hati yang terbuka terhadap nasihat yang didasarkan pada Firman Tuhan. Mintalah hikmat untuk membedakan mana nasihat yang benar dan keberanian untuk melaksanakannya. Sebab ketika kita rendah hati untuk belajar, Tuhan akan membentuk kita menjadi pribadi yang semakin dewasa, bijaksana, dan siap dipakai-Nya menjadi berkat bagi banyak orang. Amin (SIS)

