CARILAH ORANG YANG HIDUP DI DALAM TUHAN | KELUARAN 18 : 21

Sobat Obor, Dalam memilih seseorang untuk memegang sebuah tanggung jawab, dunia sering melihat penampilan, kecerdasan, atau popularitas. Firman Tuhan dalam Keluaran 18:21 menunjukkan bahwa Allah memiliki standar yang berbeda. Ketika Yitro menasihati Musa untuk memilih para pemimpin, ia berkata, “Di samping itu

kaupilihlah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan yang benci kepada pengejaran suap.” Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki pemimpin yang hidup di dalam Tuhan. Artinya, mereka memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, menghormati-Nya, dan menjadikan firman-Nya sebagai pedoman dalam setiap keputusan. Kemampuan memang penting, tetapi karakter yang dibentuk oleh Tuhan jauh lebih penting. Orang yang hidup di dalam Tuhan akan menggunakan kemampuannya untuk melayani, bukan untuk mencari kepentingan diri sendiri.

Hidup di dalam Tuhan juga terlihat dari integritas. Orang yang takut akan Tuhan akan berusaha berlaku jujur, dapat dipercaya, dan menolak segala bentuk ketidakadilan. Ia sadar bahwa yang dilihat Tuhan bukan hanya hasil pekerjaannya, tetapi juga motivasi dan kesetiaan hatinya. Karena itu, ia tetap melakukan yang benar, sekalipun tidak ada seorang pun yang memperhatikan.

Bagi kita, firman ini menjadi pengingat bahwa sebelum mencari orang lain yang layak dipercaya, kita terlebih dahulu harus bertanya kepada diri sendiri: Apakah saya hidup di dalam Tuhan? Apakah doa, pembacaan Firman, dan ketaatan kepada Tuhan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari? Sebab Tuhan lebih dahulu membentuk pribadi sebelum mempercayakan pelayanan.

Sobat obor, menjadi orang-orang yang terus bertumbuh dalam iman, menjaga kehidupan rohani, dan hidup dalam kebenaran. Ketika hidup kita berakar di dalam Tuhan, Dia akan memperlengkapi kita dengan hikmat, kekuatan, dan kemampuan untuk melayani dengan setia. Orang yang hidup di dalam Tuhan bukan hanya menjadi berkat bagi dirinya sendiri, tetapi juga membawa damai, keadilan, dan pengharapan bagi banyak orang. Amin (SIS)

 

Renungan Harian Obor

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026

KELUARAN 18:22

MENDELEGASIKAN

S

 

TUGAS ADALAH BENTUK KEPERCAYAAN

obat Obor, Dalam pelayanan pemuda, sering kali kita melihat ada orang yang selalu menjadi andalan. Ia memimpin pujian, menjadi MC, mengatur acara, bahkan mengurus hal-hal kecil

sendirian. Sekilas tampak hebat, tetapi jika terus terjadi, orang itu akan lelah dan anggota yang lain tidak pernah belajar melayani.

Melalui Keluaran 18:22, Tuhan mengajarkan prinsip kepemimpinan yang sehat: mendelegasikan tugas adalah bentuk kepercayaan. Yitro menasihati Musa agar tidak mengerjakan semuanya sendiri. Ia berkata bahwa perkara-perkara kecil dapat ditangani oleh orang-orang yang telah dipilih, sedangkan perkara besar dibawa kepada Musa. Dengan cara itu, beban Musa menjadi lebih ringan dan pelayanan kepada bangsa Israel berlangsung lebih baik. Nasihat ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan tentang melakukan semuanya sendiri, tetapi tentang mempercayai orang lain untuk ikut ambil bagian

Dalam persekutuan, Tuhan memberikan talenta yang berbeda kepada setiap orang. Ada yang pandai bernyanyi, bermain musik, memimpin doa, berbicara di depan umum, mengatur administrasi, atau membuat desain kreatif. Ketika kesempatan hanya diberikan kepada orang yang sama, talenta orang lain tidak berkembang. Namun ketika tugas dibagikan dengan bijaksana, setiap orang dapat belajar, bertumbuh, dan menemukan panggilannya dalam pelayanan. Mendelegasikan tugas juga membutuhkan kerendahan hati. Kita harus percaya bahwa Tuhan tidak hanya bekerja melalui diri kita, tetapi juga melalui teman-teman sepelayanan. Mungkin hasilnya belum sempurna pada awalnya, tetapi dengan bimbingan dan kepercayaan, mereka akan semakin bertumbuh. Karena itu, jangan takut memberi kesempatan kepada orang lain, dan jangan ragu menerima kepercayaan ketika diberi tanggung jawab. Gunakan setiap kesempatan untuk melayani dengan setia dan penuh tanggung jawab. Ketika kita saling mempercayai dan bekerja sama, pelayanan menjadi lebih kuat, persekutuan semakin erat, dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Sebab gereja yang bertumbuh adalah gereja yang memberi ruang bagi setiap orang untuk melayani sesuai karunia yang Tuhan berikan. Amin (SIS)