KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA DAMAI | KELUARAN 18 : 23

Sobat Obor, Di tengah dunia yang penuh persaingan, banyak orang mengukur keberhasilan seorang pemimpin dari prestasi atau popularitasnya. Namun, Firman Tuhan mengajarkan bahwa salah satu tanda kepemimpinan yang berkenan kepada Allah adalah kepemimpinan yang menghadirkan damai.

Dalam Keluaran 18:23, Yitro berkata kepada Musa, “Jika engkau berbuat demikian, dan Allah memerintahkan hal itu, maka engkau akan sanggup bertahan, dan seluruh bangsa ini juga akan pulang dengan puas.” Ayat ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang mengikuti kehendak Tuhan membawa dampak yang baik, bukan hanya bagi pemimpinnya, tetapi juga bagi orang-orang yang dipimpinnya. Musa tidak lagi memikul seluruh beban seorang diri, sementara bangsa Israel tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan penyelesaian atas persoalan mereka. Hasilnya adalah ketertiban, keadilan, dan damai sejahtera.

Sobat obor, kita mungkin belum memimpin sebuah bangsa, tetapi kita sering dipercaya menjadi ketua komisi, pengurus organisasi, koordinator kegiatan, atau pemimpin dalam kelompok kecil. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kepemimpinan bukanlah tentang menunjukkan siapa yang paling hebat, melainkan bagaimana kehadiran kita membawa ketenangan, sukacita, dan semangat bagi orang lain. Kepemimpinan yang membawa damai lahir dari hati yang mau mendengar Tuhan. Seorang pemimpin tidak memaksakan kehendaknya sendiri, tetapi mencari hikmat Allah dalam setiap keputusan. Ia juga menghargai kerja sama, mau mendengar pendapat anggota, serta menyelesaikan konflik dengan kasih, bukan dengan emosi. Oleh sebab itu sebagai pemuda GMIM menjadi pemuda yang memimpin dengan hati seorang pelayan. Jadilah pribadi yang membangun, bukan memecah; yang menguatkan, bukan menjatuhkan; dan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Ketika Kristus menjadi pusat kepemimpinan kita, damai sejahtera akan dirasakan oleh setiap orang yang kita layani. Dengan demikian, pelayanan menjadi semakin kuat, persekutuan semakin erat, dan nama Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita sebagai generasi muda yang setia kepada-Nya. Amin (SIS)