KERENDAHAN HATI YANG MENGHASILKAN PERUBAHAN | KELUARAN 18 : 24-27
Sobat Obor, Salah satu tantangan terbesar bagi seorang pemimpin adalah mengakui bahwa dirinya tidak selalu benar. Ketika seseorang merasa paling tahu dan menolak masukan, ia akan sulit bertumbuh. Sebaliknya, kerendahan hati membuka jalan bagi perubahan yang membawa berkat. Itulah yang kita pelajari dari Musa dalam Keluaran 18:24–27.
Setelah mendengar nasihat Yitro, Musa tidak merasa tersinggung atau mempertahankan pendapatnya. Alkitab mencatat bahwa Musa mendengarkan perkataan mertuanya dan melakukan segala yang dikatakannya. Musa kemudian memilih orang-orang yang cakap, mempercayakan sebagian tanggung jawab kepada mereka, dan membangun SIStem kepemimpinan yang lebih baik. Kerendahan hati Musa menghasilkan perubahan yang membawa manfaat, baik bagi dirinya maupun bagi seluruh bangsa Israel.
Sobat obor, pelajaran ini sangat relevan. Di zaman sekarang, kita sering sulit menerima kritik karena merasa pendapat kita yang paling benar. Apalagi ketika kita memiliki kemampuan, jabatan, atau pengalaman. Padahal, Tuhan sering memakai orang tua, pembina, pendeta, bahkan teman sepelayanan untuk menegur dan mengarahkan kita. Hati yang rendah membuat kita bersedia mendengar, mengevaluasi diri, lalu mengambil langkah untuk berubah. Kerendahan hati bukan berarti merasa rendah diri atau tidak memiliki kemampuan. Kerendahan hati adalah kesediaan untuk terus belajar dan mengakui bahwa Tuhan dapat bekerja melalui siapa saja. Pemuda yang rendah hati tidak mencari pujian, tetapi mencari kehendak Tuhan. Ia tidak malu mengakui kesalahan, tidak gengsi meminta maaf, dan tidak takut memperbaiki diri ketika melakukan kekeliruan. Karena itu memiliki hati seperti Musa. Jangan biarkan kesombongan menghalangi pertumbuhan rohani dan pelayanan kita. Terimalah nasihat yang membangun, belajarlah dari pengalaman, dan izinkan Tuhan membentuk karakter kita setiap hari. Ketika kita hidup dalam kerendahan hati, Tuhan akan membawa perubahan dalam diri kita. Perubahan itu akan berdampak bagi keluarga, persekutuan pemuda, gereja, bahkan masyarakat. Sebab, Tuhan lebih mudah memakai orang yang rendah hati daripada orang yang merasa dirinya sudah sempurna. Amin (SIS)

