HIDUP DALAM PERSATUAN | FILIPI 2:1-2

Sobat Obor, Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Apa yang tidak dirawat, perlahan akan rusak.” Kalimat sederhana ini berlaku untuk banyak hal dalam kehidupan. Sebuah rumah yang tidak dirawat akan lapuk. Sebuah taman yang tidak dipelihara akan dipenuhi semak belukar. Demikian pula sebuah hubungan; jika tidak dijaga, ia akan perlahan kehilangan kehangatannya.

Ketika Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi, ia sedang berada dalam penjara. Namun, yang menarik, perhatiannya bukan tertuju pada penderitaannya sendiri, melainkan pada kehidupan jemaat yang ia kasihi. Paulus mengetahui bahwa sebuah gereja dapat kehilangan kekuatannya ketika orang-orang di dalamnya mulai hidup bagi dirinya sendiri. Karena itu, ia mengingatkan mereka terlebih dahulu tentang apa yang telah mereka terima dari Kristus. “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan…” Paulus seolah berkata, ingatlah bahwa hidupmu hari ini berdiri di atas anugerah Tuhan. Kemudian Paulus berkata, “Sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.” Perkataan ini menunjukkan bahwa sukacita seorang rasul bukanlah melihat jemaat yang ramai, tetapi melihat jemaat yang hidup dalam persatuan.

Sobat obor, tantangan terbesar kehidupan kita saat ini adalah banyak orang hidup berdampingan, tetapi tidak lagi saling mengenal. Banyak orang bekerja bersama, tetapi tidak lagi saling mendukung. Padahal persatuan bukanlah perkara yang besar dan rumit. Persatuan sering kali dimulai dari hal-hal kecil: menyapa lebih dahulu, mau mendengar, bersedia meminta maaf, dan rela mengalah. Ingatlah bahwa Gereja akan menjadi kuat bukan karena semua anggotanya sama, tetapi karena mereka memiliki satu hati untuk mengasihi Kristus dan melayani sesama. Kesatuan bukanlah hadiah yang datang dengan sendirinya, melainkan buah dari hati yang setiap hari memilih kasih daripada ego. Amin (MT)