UNTUK KEMULIAAN ALLAH | FILIPI 2:11

Sobat Obor, Kita sering mendengar bahwa tujuan hidup adalah mencapai keberhasilan dan memperoleh pengakuan. Banyak orang bekerja keras agar namanya dikenal, prestasinya dihargai, dan hidupnya dipuji. Namun, semua kemuliaan yang dibangun manusia pada akhirnya akan dibatasi oleh waktu. Apa yang hari ini dielu-elukan, suatu saat dapat terlupakan. Hanya kemuliaan Allah yang tetap untuk selama-lamanya.

Dalam bagian ini Paulus berkata: “Dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!” Pengakuan ini bukan sekadar ucapan bibir, melainkan pernyataan iman bahwa Yesus adalah Tuhan atas seluruh kehidupan. Gelar “Tuhan” (Kyrios) adalah gelar yang dalam Perjanjian Lama dipakai bagi Allah sendiri. Dengan menyebut Yesus sebagai Tuhan, Paulus sedang menegaskan bahwa Kristus memiliki kemuliaan dan otoritas ilahi yang layak menerima penyembahan dari seluruh ciptaan. Menariknya, pengakuan itu tidak berhenti pada kemuliaan Kristus. Paulus menambahkan satu kalimat yang sangat penting, “bagi kemuliaan Allah, Bapa.” Artinya, seluruh karya Kristus, mulai dari kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya, hingga kebangkitan dan kemuliaan-Nya, selalu mengarah kepada satu tujuan, yaitu memuliakan Allah. Kristus tidak pernah mencari kemuliaan bagi diri-Nya sendiri. Seluruh hidup-Nya adalah cermin yang memantulkan kemuliaan Bapa.

Sobat obor, hidup bukanlah panggung untuk membesarkan nama sendiri, melainkan kesempatan untuk menghadirkan kemuliaan Allah. Keberhasilan menjadi berarti ketika dipersembahkan bagi Tuhan. Pelayanan menjadi indah ketika tidak mencari pujian. Bahkan hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi ibadah ketika semuanya dilakukan untuk memuliakan Dia. Sebab, pada akhirnya, bukanlah nama kita yang layak diingat, melainkan nama Yesus yang layak diakui. Dan ketika Yesus diakui sebagai Tuhan melalui perkataan, karakter, dan tindakan kita, di situlah Allah Bapa dimuliakan. Itulah tujuan tertinggi dari kehidupan setiap orang percaya. Amin (MT)