DIBENTUK OLEH PROSES | 1 TIMOTIUS 3:6-7
Sobat Obor, budaya serba instan membuat banyak anak muda ingin berhasil tanpa proses. Melalui media sosial, seseorang bisa menjadi terkenal hanya dalam semalam sehingga banyak yang berpikir kesuksesan harus diraih secepat mungkin. Akibatnya, tidak sedikit yang kecewa ketika harus menunggu, belajar, atau memulai dari bawah. Padahal hampir semua tokoh besar melewati proses panjang sebelum dipercaya memimpin. Pohon yang bertumbuh perlahan memiliki akar yang lebih kuat daripada tanaman yang tumbuh cepat tetapi mudah tumbang. Paulus mengingatkan agar seorang yang baru bertobat tidak langsung diangkat menjadi pemimpin supaya ia tidak menjadi sombong dan jatuh ke dalam jerat Iblis. Tuhan lebih menghargai proses daripada kecepatan.
Sobat obor, nasihat Paulus lahir dari pergumulan jemaat Efesus yang membutuhkan pemimpin dewasa secara rohani. Kepemimpinan yang diberikan terlalu cepat dapat menimbulkan kesombongan, perpecahan, bahkan mempermalukan nama Kristus. Dalam dogmatika Reformed, pertumbuhan rohani merupakan karya pengudusan yang berlangsung sepanjang hidup. Allah membentuk umat-Nya melalui Firman, disiplin, pengalaman, dan berbagai ujian kehidupan. Kedewasaan iman tidak diukur dari usia atau lamanya menjadi anggota gereja, tetapi dari buah Roh yang nyata dalam karakter dan tindakan. Kerendahan hati menjadi tanda seseorang sungguh memahami kasih karunia Allah.
Sobat obor, jika hari ini Tuhan belum memberikan posisi yang kamu inginkan, jangan menganggap dirimu gagal. Gunakan masa penantian untuk memperdalam firman Tuhan, mengembangkan kemampuan, menyelesaikan pendidikan dengan baik, bekerja dengan integritas, dan membangun relasi yang sehat. Percayalah bahwa waktu Tuhan selalu yang terbaik. Lebih baik datang terlambat tetapi siap daripada datang terlalu cepat lalu jatuh. Jadilah pemuda yang menikmati setiap proses pembentukan Allah, karena melalui proses itulah Tuhan sedang mempersiapkanmu menjadi pelayan yang kokoh, rendah hati, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin (KK)

