Rasa Takut Yang Dibutuhkan | Roma 13:3

Sobat obor, rasa takut dan malu sangat perlu untuk dikembangkan terutama saat seseorang berniat melakukan hal kurang baik. Kita perlu menanamkan perasaan malu untuk melakukan perbuatan jahat dan takut akan akibat dari perbuatan jahat itu sendiri, yang diawali  dari hal hal sederhana dan kecil namun benar-benar dilakukan dalam praktik. Saat ini orang begitu mudahnya melakukan kejahatan baik disiang bolong apalagi digelapnya malam. Mengapa? Ya karena tidak ada rasa takut.

Bagi Paulus, kehadiran pemerintah adalah juga dalam hal menciptakan ketertiban dan kemanan bagi masyarakat. Bisa dibayangkan jika suatu negara lalu tidak ada pemerintahannya, ini tentu bagaikan roda yang dilepas dari tempat tinggi, bergulir sendiri menukik-nukik, terbentur-bentur, tanpa kepastian arah, tak terkendali dan tanpa tujuan. Jika terjadi demikian, kehidupan bermasyarakat dapat menjadi liar dan hidup seenaknya. Bisa muncul kekacauan dalam suatu daerah yang akan berujung anarki. Paulus menguraikan bahwa kehadiran pemerintah untuk kebaikan sehingga hanya mereka yang berbuat jahatlah yang takut. Kejahatan harus ditindak dan pemerintahlah yang diberi otoritas untuk menegakkan kebenaran itu.

Sobat obor, mari kita lihat, orang yang takut-taat, akan menjadi  pekerja keras dan dispilin. Orang yang takut tidak lulus ujian, maka ia akan mati-matian belajar. Namun kita lihat mereka yang tidak takut kepada Tuhan, maka begitu mudahnya  melakukan dosa. Pemerintah yang berasal dari Allah akan menjalankan amanat dari Allah. Pemerintah akan menjadi alat dari Tuhan untuk menciptakan suasana aman dan damai, sehingga seperti kata Paulus : “Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya”. Amin (bfp)