Intim | Kejadian 22 : 1-2

Sobat obor, apa tanda seorang mengenal Allah? Ia tahu benar suara Allah. Abraham ketika dipanggil dengan suara Allah, ia segera menyahut dengan jawaban: “Ya, Tuhan”.  Ia tidak bertanya balik: “siapa engkau?”. Seperti yang terjadi di peristiwa lain. Saat Samuel mendapat panggilan suara yang sama, ia menyangka Eli yang memanggilnya. Sehingga ia berlari kepada Eli. Tapi Abraham punya hubungan yang intim dengan Tuhan sebagai Allah dan ciptaan-Nya. Abraham hidup bergaul dengan Allah. Orang-orang yang bergaul dengan Allah, mengenal jelas siapa Allah-Nya dan apa saja kehendak-Nya meski terkadang membingungkan. Seperti perintah Tuhan dalam ayat ini. Tuhan menginginkan Ishak, anak tunggal Abraham untuk dikorbankan. Didapat dengan susah payah. Di umur yang sangat tua pula. Katanya keturunannya akan menjadi bangsa yang besar. Kenapa sekarang malah disuruh dibunuh jadi korban? Bagi manusia biasa, mungkin kita bertanya balik kepada Tuhan: “ah, yang bener Tuhan? Iyo so?”.

Tapi memang demikianlah permintaan Tuhan kepada Abraham. Meski mustahil, tetapi Abraham menyanggupinya dengan cara tidak protes dan tidak bertanya balik. Bahagianya Abraham karena ia mengenal suara Tuhan itu. Mengenal suara Tuhan berarti mengenal Dia dengan intim dan yakin bahwa semua perintah Tuhan itu baik baginya. Maka, ia siap melakukan apa saja. Kita sebagai umat yang hidup dimasa sekarang, tentu Tuhan tak lagi berbicara langsung seperti itu. Bisa-bisa kita sendiri ketakutan, jika tiba-tiba ada suara memanggil kita tanpa ada penampakan wajah. Tapi Tuhan berbicara kepada kita sekarang dengan Firman Tuhan yang tertulis. Itu semua ada dalam Alkitab. Kalau kita ingin hidup bergaul dengan Tuhan, maka kita harus memahami Tuhan dan kehendak-Nya melalui Alkitab. Tak ada jalan lain selain membacanya. Setelah itu, baru kita bisa memiliki iman untuk melakukan apa saja yang dikehendaki Tuhan. Tanpa protes tanpa bertanya. Tuhan memampukan kita. Amin. (DLW)