TEMPAT KEMENANGAN | YOHANES 19: 16B-17
Sobat Obor, Perjalanan Yesus menuju Golgota tidaklah muda. Salibnya berat, jalan yang ditempuh bukanlah jalan dekat atau pintas. Tapi kitab Injil mencatat bahwa para serdadu mengambil jalan yang paling jauh untuk mempertontonkan Yesus sambil memberi peringatan kepada orang banyak. Simon dari Kirene bahkan terpaksa harus menolongNya, sebab yang tersalib harus sampai pada tujuannya, yaitu bukit Golgota.
Golgota berasal dari bahasa Aram, yaitu Gulgata yang berarti tengkorak. Dalam bahasa Latin, Gologota disebut Calva atau Calvarium dan dari kata ini dikenal istilah Calvary. Sedangan dalam bahasa Yunani disebut Topos yang berarti “tempat tengkorak” (Matius 27:33). Bagi dunia, Golgota adalah tempat kehancuran. Tapi bagi kita orang percaya, Golgota adalah tempat kemenangan. Di tempat itu, Yesus menunjukkan ketaatanNya yang luar biasa. Yesus tahu, bahwa jika keinginan orang banyak terpenuhi, maka Yesus akan dipuja dan disembah. Namun hal itu tidak dilakukanNya. Itu berarti melawan kehendak Allah. Ia yakin sikap dan keputunsanNya setia sampai mati adalah sebuah keyakinan. Ia tahu bahwa Ia tidak akan menjual keyakinanNya sekedar untuk memperoleh sanjungan dan pujian yang tidak akan awet dan bertahan lama.
Sobat obor, Gologota bukan hanya sebuah bukti biasa. Di sana, Yesus di pakukan di kayu salib. Bukan karena dosaNya tapi karena dosa kita. Dia menanggung rasa sakit yang luar biasa. Ketika kegelapan meliputi Golgota, itu adalah tanda bahwa dosa seluruh dunia sedang di tanggungnya. Golgota adalah tempat keadilan dan kasih bertemu. Dosa harus dihukum tapi kasih Allah lebih besar dari pada penghukuman itu. Di Golgota Yesus berkata: “Sudah selesai”. Itu bukan tanda kekalahan, tapi awal sebuah kemenagan. Karean itu, sebagai pemuda kita diajak untuk terus hidup sebagai orang yang sudah di tebus oleh darah-Nya. Mari kita terus memberitakan kasih- Nya kepada dunia. Amin (MT)

