DIMENANGKAN! | ROMA 6 : 5 – 7
Sobat Obor, apakah orang yang percaya kepada Kristus yang telah mati dan bangkit bersama Kristus bisa berbuat dosa lagi? Seharusnya tidak lagi. Lahir baru membat dosa tidak lagi berkuasa atas kita karena Kristus telah mati untuk menebus kita. Kita telah bebas dari pengaruh dosa karena kesatuan kita dengan Kristus. Lalu bagaimana mungkin orang yang telah mati bagi dosa? Mereka yang telah mati dan bangkit bersama Kristus sepantasnya hidup bagi Kristus. Kita harus tunduk kepada Kristus karena Dialah yang sekarang menjadi Tuan kita. Ini bukan pilihan, melainkan tugas yang harus dilakukan oleh setiap orang Kristen. Jadi mengapa kita masih berbuat dosa? Karena kita tidak tunduk sepenuhnya pada Kristus. Kita membiarkan diri kita dipermainkan oleh iblis dengan tunduk pada godaan-godaannya. Seringkali terdengar pernyataan tentang: “aku ini orang berdosa yang tidak luput dari godaan dosa!” Pernyataan ini tentu tidak salah, tapi memposisikan diri kita pada keberdosaan. Dengan demikian, menyeret kita pada tabiat dosa yang berulang- ulang. Seharusnya seorang Kristen sejati harus berkata: “saya telah dimenangkan oleh Kristus, dengan demikian cara hidupku adalah cara hidup orang yang telah dimenangkan!” Dengan demikian, kita tidak memberi peluang kepada dosa untuk menjerat kita lagi.
Ciri pengikut Kristus harus terjelma jelas dalam hidup orang percaya. Pemuda GMIM yang dilambangkan sebagai Obor Pembangunan harus memulainya. Masa muda seharusnya diisi dengan kekudusan hidup. Manusia lama kita harusnya telah turut disalibkan. Tubuh dosa kita seharusnya tidak ada lagi. Tapi banyak dari kita yang senang menghambakan diri kepada dosa. Seperti pernyataan undangan kebodohan dalam kitab Amsal: air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya.” (Ams 9:17). Apakah kita demikian bodohnya menghadiri undangan kebodohan? Berusahalah untuk bebas dari dosa karena kita telah dibebaskan darinya. Amin (DLW)

