MEMULIHKAN RERUNTUHAN MENJADI SUKACITA | YEREMIA 31 : 4 – 5

Sobat Obor, seorang tokoh reformasi gereja pernah berkata, “Tuhan menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Karena itu, selama seseorang belum hancur dan merasa dirinya bukan apa-apa, Tuhan belum bisa membuat sesuatu yang baru darinya.” Kutipan ini sangat pas untuk menggambarkan janji Tuhan kepada bangsa Israel dalam bacaan kita hari ini. Saat itu, kehidupan mereka sedang hancur lebur; kota kebanggaan mereka rata dengan tanah dan kebun-kebun sumber makanan mereka dirampas musuh. Secara manusiawi, tidak ada lagi masa depan. Namun, justru di tengah reruntuhan itulah Tuhan berfirman, “Aku akan membangun engkau kembali, engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana, dan membuat kebun anggur kembali.” Tuhan tidak hanya memberikan kata-kata manis untuk menghibur hati mereka, tetapi Ia menjanjikan pemulihan yang nyata. Rebana yang merupakan tanda sukacita akan kembali dimainkan, dan kebun anggur akan kembali menghasilkan buah. Tuhan menunjukkan bahwa Ia adalah Arsitek agung yang ahli membangun kembali kehidupan yang sudah hancur.

Bagi kita pemuda masa kini, janji pemulihan ini adalah sebuah kekuatan yang luar biasa. Mungkin ada di antara kamu yang saat ini merasa hidupnya berantakan seperti puing-puing bangunan. Mungkin itu karena kesalahan dan dosa di masa lalu, kegagalan berulang dalam mencari pekerjaan, atau masalah keluarga yang membuatmu kehilangan semangat hidup. Kamu merasa masa depanmu sudah tamat. Firman hari ini mengingatkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan yang buruk. Jika Tuhan sanggup membangun kembali bangsa Israel dari kehancuran total, Dia juga sangat sanggup merangkai kembali pecahan-pecahan hidupmu menjadi sesuatu yang baru dan indah. Syaratnya, kita harus mau datang dan menyerahkan hidup kita yang berantakan itu ke dalam tangan-Nya. Percayalah, bersama Tuhan selalu ada harapan baru; air mata kesedihan akan diganti dengan sukacita, dan hidupmu akan kembali berbuah manis. Amin (DLW)