PENGALAMAN IMAN | EFESUS 4:31-32
Sobat Obor, ada tujuh surat yang pasti ditulis oleh Paulus. Secara kronologis ketujuh surat itu adalah 1 Tesalonika, Galatia, 1 dan 2 Korintus, Filemon, Filipi, dan Roma. Bagaimana dengan surat Efesus? Ada tiga surat yang agaknya ditulis oleh penerus yang memakai pikiran Paulus untuk mengembangkan teologi Paulus setelah kematiannya. Ketiga surat itu adalah Kolose, Efesus dan 2 tesalonika. Sedangkan 1 dan 2 timotius serta Titus hanya mengacu pada ajaran Paulus.
Ada satu persamaan substansial di antara semua surat yang mengunakan nama Paulus sebagai pengirimnya, yaitu tumpuan sebuah pengalaman yang secara total telah mengubah jalan hidup seorang Paulus. Pengalaman itu disebut “jalan ke Damsyik” dan terjadi sekitar lima tahun setelah kematian Yesus (lih. Kis.9:1-22). Pengalaman Paulus itu mengubah dirinya dari seorang pembenci Kristus, bahkan penganiaya pengikut Kristus, menjadi seorang pencinta Kristus, bahkan penganjur yang meyakinkan orang-orang untuk menjadi pengikut Kristus. Itulah mengapa Paulus berbicara tentang hidup dalam Adam atau hidup dalam daging atau manusia lama kontra hidup dalam persekutuan dengan Kristus atau manusia baru.
Bacaan kita saat ini juga memperjelas hal itu. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, kegaduhan, dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Inilah kondisi kehidupan yang hidup dalam Kedagingan atau bahasa yang digunakan dalam Efesus 4, manusia lama. Disisi yang lain, “tetapi, hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagai mana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Inilah ciri-ciri kehidupan dalam Kristus atau manusia baru.
Sobat obor, kita tentu punya pengalaman hidup, dan bagi orang percaya pengalaman itu dilihat sebagai pengalaman iman. Tentu kita tidak bisa menyamakan pengalaman iman kita dengan pengalaman iman Paulus dalam perjalanan ke damsyik. Pengalaman iman itu unik dan berbeda tiap individu. Pengalaman iman itu mewujud dalam kehidupan kita. Menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Amin (FPK)

