CARILAH ORANG YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN ALLAH | KELUARAN 18 : 13 -27 | Pdt. Stephanie I. Sandala, S.Teol

Sobat Obor, Kita hidup di zaman yang mengagungkan kemampuan. Ukuran keberhasilan sering ditentukan oleh nilai akademik, prestasi, jabatan, banyaknya pengikut di media sosial, atau pencapaian karier. Tidak sedikit anak muda yang berlomba menjadi yang paling pintar, paling kreatif, dan paling dikenal. Semua itu baik jika digunakan untuk memuliakan Tuhan. Namun Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa kemampuan saja tidak cukup. Tuhan mencari sesuatu yang lebih dalam, yaitu karakter yang takut akan Allah.

Dalam Keluaran 18:13-27, kita melihat Musa memikul tanggung jawab yang sangat besar. Sejak pagi hingga petang ia melayani bangsa Israel seorang diri dengan mengadili setiap persoalan yang dibawa kepadanya. Musa adalah pemimpin yang setia, tetapi ia juga manusia yang memiliki keterbatasan. Melihat keadaan itu, Yitro, mertuanya, memberikan nasihat yang penuh hikmat. Ia berkata bahwa Musa tidak dapat terus bekerja sendiri. Ia perlu memilih orang-orang yang dapat membantunya menjalankan tanggung jawab tersebut. Yang menarik adalah syarat orang-orang yang dipilih. Yitro tidak berkata, Carilah orang yang paling terkenal/Carilah orang yang paling kaya. Sebaliknya, ia berkata, Carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan yang benci kepada pengejaran suap.” Dengan kata lain, Tuhan mengutamakan perpaduan antara kompetensi dan karakter.

Pesan ini Tuhan ingin kita menjadi pribadi yang cakap. Artinya, kita tidak boleh malas belajar, enggan mengembangkan talenta, atau puas dengan kemampuan yang seadanya. Sebagai mahaSISwa, pelajar, pekerja, maupun pelayan gereja, kita dipanggil untuk memberikan yang terbaik. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, disiplin dalam pekerjaan, bertanggung jawab terhadap setiap tugas, dan terus mengembangkan kemampuan yang Tuhan percayakan. Namun kecakapan tanpa karakter akan menjadi sesuatu yang berbahaya. Dunia telah menunjukkan banyak contoh orang-

 

orang hebat yang akhirnya jatuh karena kesombongan, ketidakjujuran, atau penyalahgunaan kekuasaan. Mereka memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi kehilangan integritas. Itulah sebabnya Tuhan tidak berhenti pada kata “cakap”, tetapi menambahkan syarat yang jauh lebih penting, yaitu takut akan Allah. Takut akan Allah berarti hidup dengan kesadaran bahwa setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita berada di bawah pengawasan Tuhan. Pemuda yang takut akan Allah akan tetap jujur saat ujian meskipun ada kesempatan untuk menyontek. Ia akan menggunakan media sosial dengan bijaksana, bukan untuk menyebarkan kebencian atau mencari popularitas semata. Ia akan menjaga kekudusan hidupnya sekalipun lingkungan menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa. Selain itu, kisah Musa mengajarkan bahwa pelayanan bukanlah tentang bekerja sendirian.

Banyak anak muda ingin tampil sebagai pusat perhatian, padahal Tuhan mengajarkan pentingnya kolaborasi. Dalam persekutuan pemuda, setiap orang memiliki karunia yang berbeda. Ada yang pandai memimpin pujian, bermain musik, berkhotbah, mengatur acara, mendesain media/melayani dalam doa. Ketika semua talenta dipersembahkan kepada Tuhan dengan hati yang takut akan Allah, pelayanan akan menjadi kuat dan membawa banyak jiwa semakin dekat kepada Kristus. Karena itu, pertanyaan yang perlu kita renungkan bukan hanya, “Apa yang bisa saya lakukan?” tetapi juga, “Orang seperti apakah saya di hadapan Tuhan?” Sebab Tuhan tidak hanya memakai orang yang berbakat, tetapi orang yang rela dibentuk. Kemampuan memang membuka pintu kesempatan, tetapi karakter yang takut akan Allah membuat seseorang tetap dipercaya untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

Sobat Obor, masa muda adalah masa persiapan untuk masa depan. Gunakanlah waktu ini untuk terus mengasah kemampuan, memperluas pengetahuan, mengembangkan talenta yang Tuhan berikan. Namun jangan lupa membangun kehidupan rohani yang kokoh melalui doa, pembacaan Firman Tuhan, serta persekutuan yang setia. Jadilah pemuda yang bukan hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga benar dalam hidup. Kiranya ketika Tuhan mencari orang-orang yang akan dipakai-Nya di tengah keluarga, gereja, masyarakat, bahkan bangsa, Dia menemukan kita sebagai pemuda yang cakap, dapat dipercaya, berintegritas, dan terutama takut akan Allah. Sebab orang seperti itulah yang akan Tuhan pakai untuk membawa perubahan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin (SIS)