ALLAH YANG MELAKUKAN PERKARA BESAR: MUKJIZAT DALAM KESEHARIAN KITA | LUKAS 1 : 49
Sobat Obor, ini adalah sehari sebelum Natal. Apa saja persiapan kita untuk besok hari? Semoga ada perenungan diri menyambut “hari basar” ini. Setelah Maria merenungkan kerendahan dirinya, ia kemudian mengalihkan fokusnya sepenuhnya kepada Tuhan. Ia bernyanyi: “Karena Ia yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan- perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.” Ayat ini adalah inti dari apa yang kita sebut sebagai “panggilan”. Bagi Maria, “perbuatan besar” adalah mengandung Anak Allah. Sebuah mukjizat yang mengubah sejarah. Namun, coba kita lihat lebih dekat makna “Mahakuasa”. Itu berarti Tuhan adalah pribadi yang memiliki kekuatan tak terbatas untuk melakukan hal-hal yang tidak mungkin secara manusia. Maria menyadari bahwa kemuliaan bukanlah pada apa yang ia lakukan untuk Tuhan, melainkan pada apa yang Tuhan lakukan di dalam dirinya.
Seringkali, kita mendefinisikan “perbuatan besar” hanya dalam skala yang spektakuler: menjadi pendeta, musisi rohani terkenal, atau misionaris di luar negeri. Padahal, setiap pemuda telah diberikan perbuatan besar masing- masing. Perbuatan besar itu bisa jadi:
- Kemampuan untuk memaafkan teman yang menyakitimu, meskipun itu terasa mustahil bagi hatimu.
- Kekuatan untuk berkata jujur dalam ujian atau pekerjaan, di tengah tekanan untuk berbuat curang.
- Kesabaran untuk melayani orang-orang di jemaat yang mungkin sulit
Semua itu adalah perbuatan besar karena itu mustahil dilakukan oleh kekuatan kita sendiri, itu adalah kuasa Tuhan yang bekerja dalam kelemahan kita. Hari ini, mari kita berhenti membandingkan “perbuatan besar” kita dengan orang lain. Tugas Maria adalah melahirkan Yesus; tugas kita mungkin adalah menjadi saksi Kristus yang setia di lingkungan kerja, rumah, atau di kolom komentar media sosial. Masing-masing tugas itu memiliki keunikan dan nilai yang sama di hadapan Allah yang Mahakudus. Selamat sambut Natal, saudaraku! Amin (DLW)

