TUGAS MENGGENAPI JANJI: IMAN YANG BERTINDAK NYATA | LUKAS 1 : 54-56
Sobat Obor, setelah lima hari kita larut dalam nyanyian Maria yang megah, hari ini kita mencapai akhirnya. Maria menutup nyanyiannya dengan sebuah ringkasan teologis (ayat 54-55). Dan setelah semua kata-kata agung itu, Lukas memberikan penutup naratif yang paling sederhana, namun paling kuat: “Dan Maria tinggal kira- kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.” (ayat 56). Ayat 54-55 menegaskan kembali ide yang kita pegang renungan hari Kamis: Bahwa Natal adalah bukti kesetiaan Allah pada perjanjian-Nya. Tuhan tidak hanya berjanji di masa lalu kepada Abraham; Dia aktif bertindak di masa kini untuk menolong umat-Nya. Bagi kita, ini adalah sebuah jangkar: kita tidak melayani Allah yang tidak pasti; kita melayani Allah yang setia pada setiap kata yang pernah Ia ucapkan. Kehidupan kita dibangun di atas janji-Nya yang pasti.
Namun, bagian paling inspiratif bagi kita, pemuda, ada di Ayat 56. Setelah mengalami kunjungan malaikat, menerima Roh Kudus, dan menyanyikan nubuat besar tentang pembalikan tatanan dunia, dia melakukan hal yang sangat normal: dia menghabiskan tiga bulan bersama kerabatnya (Elisabet, untuk saling menguatkan), dan kemudian pulang kembali ke rumahnya. Ini adalah teladan ketaatan yang luar biasa. Pertama, Iman Butuh Komunitas: Maria tidak menghadapi hal besar sendirian; dia mencari dan menerima dukungan komunitas (Elisabet). Jangan hadapi tantangan imanmu sendiri! Tetaplah terhubung dengan komunitas dan persekutuan. Kedua, iman dijalani di rumah; Maria pulang dan menjalani kehidupan normalnya, dengan rahasia agung yang tersembunyi. Mukjizat dan panggilan terbesar Tuhan seringkali harus dijalani dalam kesederhanaan dan keheningan, di tengah-tengah pekerjaan, sekolah, dan keluarga kita. Kita telah merenungkan rahmat, kerendahan hati, dan keadilan. Sekarang, tantangannya adalah mengambil semua kebenaran ini dan membawanya pulang (seperti Maria). Jadikanlah Yesus sebagai Juruselamat yang hidup, di mana pun kamu berada. Amin (DLW)

