HIDUP DITUNTUN OLEH ROH KUDUS | EFESUS 5:15-18

Sobat Obor, di zaman sekarang begitu mudah seseorang untuk “hidup tapi tidak benar-benar hidup.” Banyak orang muda berlari mengejar tujuan, karir, hiburan, namun kehilangan arah di tengah perjalanan. Kita punya banyak informasi, tetapi sedikit kebijaksanaan; banyak energi, tetapi kurang kendali. Dunia modern mendorong kita untuk “mengikuti hati,” padahal hati tanpa bimbingan Roh mudah tersesat.

Sobat obor, dalam konteks inilah firman Tuhan dalam Efesus 5:15–18 menjadi penuntun yang sangat relevan: “Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif… dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” Paulus mengingatkan bahwa hidup yang benar bukan sekadar aktif dan produktif, tetapi terarah dan dituntun oleh Roh Kudus.

Secara biblika, kata “perhatikanlah dengan saksama” (Yunani: blepete akribōs) berarti “berjalan dengan ketelitian rohani”, hidup dengan kebijaksanaan rohani di tengah dunia yang menipu. Paulus menentang gaya hidup mabuk (methyskesthe), bukan sekadar dalam arti literal, tetapi simbol ketergantungan pada hal-hal yang menumpulkan kesadaran rohani. Sebagai gantinya, ia menasihati agar “dipenuhi oleh Roh” (plērousthe en pneumati), bentuk kata kerja yang berarti tindakan Allah yang terus berlangsung — Roh Kuduslah yang mengisi, menuntun, dan menguasai hidup orang percaya. Hidup yang penuh Roh tidak ditandai sikap emosional, melainkan kendali spiritual yang menuntun kepada kebijaksanaan, penyembahan sejati, dan ketaatan setiap hari.

Sobat obor, renungan ini memberikan pesan firman bagi kita generasi muda bahwa dunia hari ini menawarkan banyak “anggur baru”: kesenangan instan, validasi sosial, dan kebebasan tanpa batas. Namun semua itu hanya memabukkan tanpa memberi arah. Paulus memanggil kita untuk hidup aware secara rohani — sadar bahwa waktu ini sangat berharga dan membiarkan Roh Kudus menjadi kompas moral di setiap keputusan. Hidup yang dituntun oleh Roh bukan hidup pasif, tetapi aktif: berpikir, memilih, dan bertindak sesuai kehendak Allah. Saat Roh Kudus memimpin, hidup kita tidak lagi dikendalikan oleh arus, tetapi menjadi aliran berkat bagi dunia. Ingatlah kalimat bijak : Dunia ini menawarkan banyak cara untuk melupakan Tuhan, tetapi Roh Kudus mengajarkan cara untuk mengingat-Nya di setiap langkah hidup.” Amin (SM)