RENDAH HATI DAN TAKUT AKAN KRISTUS | EFESUS 5:19-21

Sobat Obor, kehidupan pemuda masa kini sering kali diwarnai dengan semangat kompetitif, kita ingin diakui, dihargai, dan dilihat sebagai yang terbaik. Namun di tengah semangat itu, Alkitab mengingatkan kita untuk tetap memiliki dua sikap penting yang sering dilupakan, yaitu kerendahan hati dan rasa takut akan Kristus. Dua hal ini bukan tanda kelemahan, tetapi justru tanda kedewasaan rohani. Sobat obor, renungan hari ini mengajarkan gaya hidup yang seimbang: hidup dalam sukacita, ucapan syukur, dan kerendahan hati yang lahir dari takut akan Tuhan. Artinya, hidup kita hendaknya dipenuhi dengan ucapan yang membangun, bukan yang menjatuhkan. Seorang pemuda yang hidupnya dikuasai oleh Kristus tidak hanya memuji Tuhan di gereja, tetapi juga dalam sikap dan perkataannya sehari-hari. Ketika hati kita dipenuhi oleh kasih Tuhan, maka dari mulut kita akan keluar pujian, bukan keluhan; penguatan, bukan gosip.

  1. Hidup yang Dipenuhi Ucapan Syukur (ayat 20)

Pemuda yang rendah hati tahu bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Ia tidak sombong saat berhasil, dan tidak kecewa berlebihan saat gagal. Paulus menulis, “Ucapkanlah syukur senantiasa atas segala sesuatu…” — artinya, dalam situasi apa pun, kita tetap melihat kebaikan Tuhan. Ucapan syukur adalah bentuk kerendahan hati yang nyata, karena saat kita bersyukur, kita mengakui bahwa semua yang kita miliki hanyalah pemberian dari Tuhan. Selanjutnya inti dari bagian ini : kerendahan hati dan takut akan Kristus. Paulus mengajarkan bahwa relasi tiap orang percaya harus didasari oleh kerendahan hati, bukan gengsi atau rasa lebih hebat.

Sobat obor, hidup dalam rendah hati dan takut akan Kristus bukan hal yang mudah, apalagi di zaman yang mementingkan “eksistensi” dan “pengakuan.” Namun, justru di situlah iman kita diuji. Tuhan memanggil kita bukan untuk menjadi yang paling menonjol, tetapi menjadi yang paling taat dan paling mencerminkan kasih Kristus. Jadikan setiap lagu pujian, setiap ucapan syukur, dan setiap hubungan dengan sesama sebagai bukti bahwa Kristus hidup dalam kita. Ingat kalimat bijak dalam Amsal 22:4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Amin (SM)