BERJALANLAH DI DALAM TERANG TUHAN | YESAYA2:1-5 | Pdt. Andre R.M. Izaak, M.Th
Sobat Obor, ada seorang pemuda hendak pulang ke rumah setelah beribadah dan ia buru-buru harus sampai ke rumah sehingga ia lebih memilih jalan pintas menuju ke rumahnya sekalipun jalan itu sangat gelap dibandingkan jalan lain yang terang benderang walaupun memang perjalanannya sedikit lebih jauh dan berputar. Alhasil dalam perjalanan di jalan yang gelap itu ia tidak melihat sebuah batu yang mengakibatkan ia jatuh mengalami luka di tangan dan kaki yang terkilir. Ia pun berguman lebih baik sudah memilih jalan yang terang sekalipun panjang dariada jalan pendek gelap yang membuat dia mengalami kecelakaan. Saudaraku hidup ini adalah sebuah perjalanan yang harus kita tempuh dan jalani dengan perencanaan dan tujuan yang matang. Kita tidak boleh hanya berdiam diri dan menunggu saja. Harus bergerak dan secara aktif menjalani setiap perjalanan kehidupan ini sekalipun tidak semua yang kita lewati akan selalu menyenangkan. Hal terpenting yang juga harus kita ingat adalah jangan sekali-kali berjalan hanya berdasarkan kehendak kita dan kemudian melupakan Tuhan dalam setiap rencana perjalanan kehidupan yang dijalani. Sebab jika demikian maka tak jarang kita mudah tergoda dan jatuh untuk mengambil jalan pintas yang penuh resiko bahkan jalan yang gelap dimana dosa telah menunggu dan begitu mudah dia meracuni dan mengotori perjalanan kehidupan kita.
Sobat obor, bacaan kita di sepanjang minggu ini dari Yesaya 2:1-5 menceritakan tentang perjalanan bangsa Yehuda yang dalam kenyataan iman sebagai umat Tuhan telah memilih jalan yang salah. Mereka tidak lagi mengandalkan Tuhan sehingga jatuh dalam dosa. Mereka tidak lagi memilih berjalan dalam terang Tuhan dan lebih memilih berjalan dalam kehendak sendiri dalam jalan-jalan gelap yang menyesatkan. Di tengah gempuran bangsa Asyur yang besar dan kuat maka bangsa Yehuda terancam kehilangan spiritualitas. Penyembahan berhala, ketidakadilan sosial dan kesombongan menjadi bagian hidup bangsa Yehuda. Oleh karena itulah maka Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada nabi Yesaya tentang dosa dan penghukuman atas bangsa-Nya. Sebagaimana kita membacanya di ayat 1 yang mengatakan, firman yang dinyatakan (Ibr. ha-davar asher khazah, firman yang dilihat/diterima) kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Firman Tuhan diterima Yesaya sebagai otoritas Tuhan kepadanya. Disini berarti bahwa apa yang disampaikan Yesaya yakni firman adalah berasal dari Tuhan dan bukan dari dirinya. Selanjutnya di ayat 2-3 dikatakan bahwa gunung tempat rumah Tuhan (Ibr. har beit YHWH) akan berdiri tegak (Ibr. nakon, kokoh/teguh) dan menjulang tinggi dan segala bangsa akan berduyun-duyun datang. Kedatangan suku bangsa yang banyak ini adalah agar mereka mendengar pengajaran (Ibr. yorenu) dan firman Tuhan. Kemudian dikatakan di ayat 4 bahwa Tuhan akan menjadi hakim (Ibr. syapat, menghakimi/memutuskan perkara) dan wasit (Ibr. hokiah dari yakakh, menghukum) bagi bangsa-bangsa yang datang itu. Sebagai hakim Tuhan mengadakan perubahan yang radikal sebagaimana yang dikatakan di ayat 4b bahwa mereka kan menempa (Ibr. kittetu dari kathath, menghancurkan) pedang menjadi mata bajak dan tombak menjadi pisau pemangkas sehingga tidak akan ada yang belajar perang. Perubahan dari alat membunuh menjadi alat yang memberi kehidupan, dari senjata peperangan menjadi senjata yang mendatangkan kedamaian melalui pertanian. Dengan perubahan itu maka Tuhan kembali menegaskan di ayat 5, marilah kita berjalan di dalam terang Tuhan. Suata ajakan untuk hidup dalam kebenaran dan menjauhi dosa-dosa.
Sobat obor, hidup dalam kebenaran firman Tuhan, menyembah-Nya lebih dari apapun yang ada di dunia ini dalam kehidupan persekutuan, akan menjadikan kita hidup dalam perubahan yang terus menerus bukan hanya sesaat saja. Perubahan yang adalah respon kita atas kasih Tuhan dalam hidup sehingga mendatangkan keberkatan dan keberhasilan dalam menjalani kehidupan di masa muda. Bukan hanya sekarang tetapi juga masa depan kita sambil terus mengingat agar terus berjalan dalam terang Tuhan. Sehingga perjalanan kita juga akan memberikan dampak terang yang mempengaruhi kehidupan banyak orang muda di masa kini. Amin (ARMI)

