TUHAN MENGUBAHKAN | YESAYA 2:4B

Sobat Obor, ada ungkapan pujian dalam PKJ No. 239 yang berkata, perubahan besar di kehidupanku sejak Yesus di hatiku; di jiwaku bersinar terang yang cerlang sejak Yesus di hatiku. Sejak Yesus di hatiku, sejak Yesus di hatiku, jiwaku bergemar bagai ombak besar sejak Yesus di hatiku.

Lagu ini mengajak semua orang percaya yang mengaku Yesus adalah Tuhannya untuk hidup dalam perubahan besar. Perubahan besar ini adalah perubahan total kehidupan dari yang hidup dalam dosa kepada hidup yang murni dan kudus di dalam-Nya. Tuhan mengubah hidup kita dari yang cemar menjadi yang benar. Bahkan dalam keadaan yang tidak mungkin sekalipun menjadi mungki di dalam-Nya.

Sobat obor, hal inilah yang juga dibahasakan oleh nabi Yesaya bahwa Tuhan yang adalah hakim menghukum setiap orang dalam kesalahan mereka sebagaimana yang dibahasakan dalam perenungan kemarin, tetapi juga Dia mampu mengubahkan keadaan dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dia mampu mengubahkan keadaan yang kacau dalam ketakutan dan peperangan menjadi tenang serta damai. Dia juga mampu mengubahkan alat untuk membinasakan menjadi alat berkat sebagaimana yang katakanaan di ayat 4b. Pedang-pedang menjadi mata bajak, tombak-tombak menjadi pisau pemangkas. Bangsa-bangsa tidak lagi mengangkat pedang dan tidak akan lagi belajar perang. Keadaan yang diberkati dan damai menajdi milik mereka yang mau hidup dalam kebenaran sehingga Tuhan mengubahkan keadaan mereka.

Sobat obor, bagaimanakah dengan kita sebagai orang muda? Apakah kita telah hidup dalam pertobatan dan menjauhi dosa? Apakah Tuhan telah mengubahkan hidupmu? Ataukah kita mengeraskan hati ketika Tuhan mengubahkan kita? Percayalah dalam kehidupanmu di masa muda ini bahwa Tuhan samggup mengubahkan kehidupan dan keadaan kita saat hidup yang dianugerahkan-Nya dijalani dengan sikap hidup yang setia dan taat kepada Tuhan. Dengan sikap hidup yang benar dalam Tuhan maka pasti kita akan merasakan penyertaan Tuhan dalam kehidupan yang dijalani baik di dalam studi, pekerjaan, pelayanan bahkan pergaulan sehari-hari. Tidak ada yang mustahil dalam-Nya. Amin (ARMI)