MARILAH BERJALAN DI DALAM TERANG TUHAN | YESAYA 2:5
Sobat Obor, sebagai orang muda kita semua pasti pernah melakukan perjalanan dalam kehidupan ini. Perjalanan ini bisa seorang diri ataupun bersama dengan orang lain. Baik dengan saudara ataupun dengan sahabat kita. Perjalanan yang kita tempuh bisa saja dengan menggunakan transportasi darat, laut atau udara. Dari setiap perjalanan yang kita jalani tentu punya kesan tersendiri. Pasti ada yang menyenangkan dan membuat kita bahagia atau juga yang tidak menyenangkan dan membuat kita sedih dan kecewa bahkan tidak mau lagi melakukannya sekalipun mendapatkan kesempatan kedua. Apapun perjalanan yang kita alami pasti menjadi kisah penting dalam kehidupan masing-masing.
Sobat obor, hari ini kita semua diajak untuk merenungkan ungkapan nabi Yesaya bagi kaum keturunan Yakub dengan ungkapan marilah kita berjalan (Ibr. leku wenelkah) dalam terang (Ibr. be’or) Tuhan! Ungkapan ini bukan hanya sekedar suatu ajakan tetapi suatu panggilan hidup dalam terang. Terang dapat dimaknai dalam iman sebagai bimbingan, arah atau kebenaran. Sehingga panggilan umat adalah panggilan untuk dibimbing, diarahkan dalam kebenaran di dalam Tuhan. Panggilan ini menurut Widyapranawa adalah seruan agar supaya tidak ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain yang berduyun-duyun datang ke Sion untuk berjalan dalam terang Tuhan. Berjalan dalam terang Tuhan berarti sungguh- sungguh bertobat sebab jika berada di luar terang maka yang terjadi adalah kekcauan, kegelapan dan maut.
Sobat obor, sebagai orang muda kita diingatkan di hari ini bahkan dalam kehidupan iman kita bahwa marilah berjalan dalam terang Tuhan. Sekalipun tidak dapat kita pungkiri bahwa di dunia yang semakin gemerlap ini terkadang hanya kamuflase terhadap betapa gelapnya kehidupan dengan segala macam dosa yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjebak generasi muda untuk mencintainya. Ingatlah bahwa di balik gemerlapnya dunia ada kehidupan yang dipenuhi dengan kegelapan dosa. Ada banyak orang terpikat bahkan terbelenggu olehnya. Oleh karena itu berjalanlah dalam terang Tuhan dan bukan gemerlapnya terang dunia yang semu dan menyesatkan langkah kita. Jangan sampai kita salah berjalan dan mengambil perjalanan yang membawa kita pada kebinasaan. Berjalanlah dalam perjalanan yang diterangi oleh Tuhan setiap hari. Amin (ARMI)

