DIALAH YANG MAHA KUASA | KEJADIAN 2:9

Sobat Obor, pernah tidak kamu duduk santai, lalu tiba-tiba berpikir, “Alam semesta ini kenapa bisa teratur dan tertata dengan baik, ya?” Matahari selalu muncul di timur, malam selalu berganti pagi, hujan turun dari awan, bukan dari bawah tanah. Semua itu seolah-olah sudah ada aturannya sendiri. Tidak pernah kacau, tidak pernah random. Di dalam bumi sendiri sangat banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang menunjukkan Dialah Yang Maha Kuasa. Allah memberitahukan kehadiran-Nya, eksistensi-Nya melalui keindahan alam, binatang dan ciptaan lainnya. Di dalam Alkitab secara eksplisit mengatakan Allah sebagai pencipta alam semesta. Allah menyatakan kehadiran-Nya, melalui alam semesta dengan segala kemuliaan yang Ia miliki. Ia ada sebagaimana Ia ada dengan segala kebesaran dan kemegahan-Nya. Betapa mulianya Allah, betapa Indah-Nya Ia dengan segala kekuasaan yang Ia miliki. Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan, creatio ex nihilo. Jika manusia ingin mencipta sesuatu, harus menggunakan apa yang telah diciptakan oleh Allah. Manusia mencipta dan membangun senantiasa menggunakan yang tersedia di alam, yang merupakan ciptaan Allah.

Sobat obor yang diberkati, kepercayaan kepada Allah sudah tidak dipungkiri datang dengan sendirinya dari hati nurani manusia. Manusia menyembah batu, pohon, gunung dan lain sebagainya adalah sebagai bukti pengakuan hati nurani manusia akan sosok personal yang memiliki kuasa melebihi manusia. Namun ciptaan itu apapun kebaikannya sifatnya terbatas dibandingkan dengan Tuhan Allah. Pengakuan Alkitab saat ini sangat jelas Tuhanlah penguasa alam semesta ini, dan hanya kepada Dialah manusia menyembah, sehingga sangatlah janggal jika kemudian alam dan isinya disembah dan dijadikan seperti Tuhan. Lihatlah kata firman; Tuhanlah yang memberikan pertumbuhan. Dan memegang kendali adalah Tuhan saja. Ciptaan tidak bisa menggantikan pencipta. Iman orang Kristen hanya bergantung pada Tuhan. Tujuan penyembahan dan pujian hanya pada Tuhan saja. Amin (BFP)