BOLEH DAN BEBAS? | KEJADIAN 2:16

Sobat Obor, kebebasan sering dipahami sebagai keadaan tanpa batasan, di mana seseorang bisa melakukan apa saja sesuai  kehendaknya.  Namun,  dalam  pandangan  Alkitab, kebebasan bukan berarti hidup tanpa aturan. Sebaliknya, kebebasan sejati selalu disertai dengan tanggung jawab dan batasan yang ditetapkan oleh Allah demi kebaikan kita. Hidup bebas seringkali dipandang sebagai kondisi ideal di mana individu dapat menjalani hidup sesuai dengan keinginan dan harapan mereka. Kebebasan adalah esensi dari eksistensi manusia; ia mencerminkan hak untuk memilih, berpendapat, dan bertindak. Namun, dalam konteks kebebasan, kita juga harus mempertimbangkan tanggung jawab yang menyertainya. Ketika seseorang mengklaim hidup bebas, ia harus siap menghadapi konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil. Ditaman Eden itu manusia diberi perintah yaitu ada kebebasan untuk hidup Tapi bebas yang seperti apa yang Tuhan perintahkan?

Sobat obor, sepanjang hari biarlah hidup yang penuh tanggung jawab yang kita lakukan. Bagaikan ikan dalam aquarium, ia bebas kesana kemari namun ia tidak bisa lompat keluar aquarium hanya untuk mencari kebebasan, sebab disaat itulah kematian yang didapat. Ucapan yang tertata. Tidak melukai perasaan orang. Tindakan yang terkontrol, yang tidak mengecewakan sesama. Pikiran yang jernih, yang tidak merancangkan hal-hal buruk buat sesama. Dalam semangat tanggung jawablah kita bisa menampilkan diri di hadapan Tuhanlah, gaya hidup sesuai keinginan- Nya. Dunia mengajarkan bahwa merdeka berarti bebas melakukan apa saja. Tapi dalam kekristenan, kemerdekaan sejati justru berarti kita bebas untuk memilih hidup benar. Kita tidak lagi dikendalikan oleh dosa, tetapi kita memiliki tanggung jawab untuk menggunakan hidup ini demi kemuliaan Allah.

Seperti seorang mantan narapidana yang diberi kesempatan hidup baru, ia tahu bahwa kebebasan itu bukan untuk disia-siakan. Begitu juga kita. Kita dibebaskan bukan untuk hidup liar, tetapi untuk hidup penuh makna dalam rencana Tuhan. Karena itu, setiap pilihan, waktu, dan energi kita perlu diarahkan untuk membalas kasih itu. Bukan sebagai beban, tetapi sebagai bentuk syukur. Amin (BFP)