TETAPLAH BERJALAN DALAM TERANG-KU | 1 YOHANES 2:14

Sobat Obor, setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Dahulu orang diuji dengan pedang dan penganiayaan. Hari ini kita diuji dengan kenyamanan dan godaan dunia. Jika dahulu iman diuji oleh penderitaan, maka kini iman diuji oleh kelimpahan. Dalam dunia yang terus berubah, kasih kepada Allah sering kali perlahan memudar, bukan karena kita membencinya, tetapi karena hati kita perlahan dialihkan oleh hal-hal lain yang tampak lebih menarik. Ingatlah, Kasih kepada dunia itu seperti kabut pagi : indah sekejap, lalu lenyap oleh terik matahari. Tetapi kasih Allah adalah matahari itu sendiri: tetap bersinar, bahkan ketika langit hidup mendung sekalipun.

Sobat obor, Surat Yohanes adalah surat tentang kasih, tetapi juga tentang kejujuran. Yohanes tidak menulis untuk menyalahkan, melainkan untuk menuntun. Ia tahu betapa mudahnya hati manusia tergoda oleh hal-hal yang tampak menyenangkan di dunia ini. Karena itu, setelah menguatkan jemaat dengan kata-kata penuh kasih, ia memberi peringatan yang tegas: “Janganlah kamu mengasihi dunia.” Bagi Yohanes, kasih kepada dunia bukan sekadar soal gaya hidup atau kesenangan, tetapi tentang ke mana arah hati kita berpaling. Dunia bisa menjadi tempat kita melayani Tuhan, tetapi bisa juga menjadi jebakan halus yang menjauhkan kita dari kasih Bapa. Yohanes berbicara kepada “orang-orang muda”, generasi yang kuat, penuh semangat, dan idealisme. Ia berkata, “Kamu kuat, dan firman Allah diam di dalam kamu.” Artinya, kekuatan sejati bukan datang dari keberanian atau semangat muda semata, melainkan dari firman yang berakar dalam hati.

Sobat obor, Dunia sering memanggil kita dengan suara yang memikat: kesuksesan, pengakuan, kenikmatan. Tapi suara Bapa memanggil dengan lembut, “Tetaplah berjalan dalam terang-Ku.” Suara itulah yang menjaga kita untuk tidak menyerah, agar kasih kita tetap murni kepada-Nya. Sebagai orang muda, kita menyadari bahwa hidup di zaman ini berarti hidup di tengah banyak pilihan. Dunia menampilkan kasih yang instan, kemenangan yang cepat, dan kebahagiaan yang semu. Tapi kasih Bapa mengajarkan kita untuk berjalan perlahan dalam terang. Kita mungkin tidak populer, namun yang pasti kita akan menikmati kebahagiaan yang kekal. Amin (MT)