BERSATU BUKAN BERCERAI | 1 KORINTUS 1:12
Sobat Obor, dirumah, tempat kerja, gereja atau dimana kita bergaul, kita perlu sehati sepikir dan setujuan. hIdup bersama adalah hidup sejati. Namun, kenyataannya kita sering berhati batu dan mau ikut kata hati sendiri. Sehati dapat kita artikan sebagai bentuk sepakat, searah, setujuan, sependaoat, seperasaan dan sepikiran. Lalu dengan siapa kita sehati sepikir? Dengan orang-orang disekitar kita tentunya. Ada hal yang juga perlu kita perhatikan dalam menata hidup ini. Kita harus menjaga kesatuan dalam komunitas. Menjaga kesatuan dalam komunitas merupakan kunci pertama untuk hidup dalam kasih dan damai.
Apa yang membuat timbul perpecahan di Korintus? Sudah jelas bahwa mereka menganggap golongan yang satu lebih dari yang lain. Golongan Paulus lebih dari Golongan Kefas dan sebaliknya. Hal ini berawal dari adanya informasi yang sampai ke Paulus bahwa jemaat di Korintus pada saat itu sedang ada perselisihan. perselisihan yang muncul karena satu merasa lebih baik dari yang lain, “aku dari golongan Paulus, aku dari golongan Apolos atau golongan Kefas (nama lain Petrus Di dalam Persekutuan jemaat Korintus terdapat beragam golongan antara lain mereka yang menyebut dirinya golongan antara lain mereka yang menyebut dirinya golongan Paulus, golongan Apolos, golongan Kefas, dan golongan Kristus. Kelompok berdasarkan golongan ini terbentuk karena kekaguman jemaat terhadap tokoh-tokoh yang memberitakan Injil terhadap mereka. Terbentuknya golongan yang beragam ini membuat setiap kelompok golongan merasa paling hebat sehingga berdampak pada ancaman perpecahan di jemaat.
Memang semua tokoh tersebut memiliki kualifikasi yang hebat dan berkharisma. Paulus juga diidolakan oleh banyak orang, tetapi ia menyatakan bahwa ia hanya alat yang dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil. Ia tidak disalibkan seperti Kristus. Kristuslah yang telah melakukan segalanya untuk jemaat, maka seharusnya jemaat hanya setia mengikut Kristus, bukan mengikuti atau mengidolakan pelayan tertentu. Jangan samapai umat terperangkap pada semangat idola-isme. hanya mengidolakan manusia, bukan mengutamakan Tuhan. Amin (BFP)

