CHOSEN TO LEAD, NOT TO SHOW OFF | BILANGAN 1:4-16

Sobat Obor, Allah bekerja melalui struktur dan kepemimpinan, bukan melalui kekacauan. Jika kita kaitkan dengan struktur komisi pemuda, firman ini menegaskan bahwa ketua, sekretaris, bendahara, dst di setiap bidang pelayanan bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan panggilan rohani. Bagi komisi pemuda, firman ini menegaskan bahwa setiap jabatan dan bidang pelayanan bukan sekadar organisasi, melainkan panggilan dari Tuhan. Struktur ada supaya pemuda belajar setia, disiplin, dan bekerja bersama dalam kehendak Allah.

Sobat obor, Bilangan 1:4–16 berlatar pada tahap awal pembentukan Israel sebagai umat perjanjian yang telah ditebus namun sedang diarahkan menuju kehidupan yang tertib di bawah pemerintahan Allah. Dalam konteks padang gurun Sinai, Tuhan tidak hanya memberi hukum, tetapi juga menetapkan struktur kepemimpinan yang jelas. Secara biblika, penyebutan nama-nama kepala suku menunjukkan bahwa sensus dilaksanakan bukan berdasarkan kehendak Musa, melainkan menurut ketetapan Allah yang bekerja melalui perwakilan yang sah. Tafsiran Reformed melihat para pemimpin ini sebagai instrumen kedaulatan Allah, di mana otoritas mereka bersifat delegatif, bukan otonom. Mereka dipanggil bukan karena keunggulan pribadi, tetapi karena penetapan ilahi demi keteraturan umat perjanjian. Secara teologis, perikop ini menegaskan prinsip ordo ekonomi keselamatan: Allah yang berdaulat adalah Allah yang mengasihi keteraturan dan memakai struktur kepemimpinan untuk memelihara umat-Nya. Dengan demikian, Bilangan 1:4–16 mengajarkan bahwa kesetiaan pada panggilan, ketaatan pada ketetapan Allah, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab merupakan wujud nyata hidup di bawah pemerintahan Tuhan yang berdaulat (Regnum Dei).

Sobat obor, pesan firman bagi pemuda berdasarkan Bilangan 1:4–16 adalah : Tuhan tidak mencari pemuda yang hanya hadir, hanya pamer, tetapi pemuda yang siap dipercaya. Allah memanggil nama demi nama untuk memimpin umat-Nya, menunjukkan bahwa setiap peran, sekecil apa pun, berarti di hadapan Tuhan. Karena itu, jangan menjadi pemuda yang pasif, malas, atau hanya menunggu diperhatikan. Jadilah pemuda yang mau belajar taat, setia dalam struktur, dan bertanggung jawab dalam pelayanan. Secara teologis, hal ini mengajar pemuda bahwa keterlibatan dalam struktur pelayanan adalah bagian dari ketaatan kepada pemerintahan Allah (Regnum Dei). Pemuda yang setia hari ini sedang dipersiapkan Tuhan untuk tanggung jawab yang lebih besar esok hari. Di akhir renungan ini ada kalimat bijak : Pemuda yang hidup di bawah Regnum Dei akan memakai waktunya bukan untuk kemalasan, tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Amin (SM)