BERTOBATLAH! PERBAIKILAH TING- KAH LANGKAH DAN PERBUATANMU | YEREMIA 18:7-11
Sobat Obor, ada ungkapan lagu yang berkata, bertobatlah dan balik pada Bapa Dia tunggu kau dengan kesetiaan- Nya. Tuhan siap mengampuni dosamu Oh, baliklah pada Bapa. Oh, baliklah pada Bapa, jangan lambat, hai, sobatku Tuhan tunggu kepadamu Oh, baliklah pada Bapa. Suatu pujian yang hendak mengajak setiap orang percaya untuk kembali kepada Tuhan jika telah hidup dalam dosa dan kesalahan. Kembali kepada Bapa adalah suatu pernyataan iman bahwa hanya Dia yang dapat mengampuni setiap dosa dan pelanggran- pelanggaran yang kita lakukan. Pujian ini juga mengingatkan bersegeralah untuk bertobat jangan lambat, Tuhan menunggu pertobatan kita.
Sobat obor, dosa adalah hal yang dibenci Tuhan sehingga Dia mau setiap anak-anak-Nya hidup dalam kehendak-Nya dan hidup dalam pertobatan. Hal ini juga yang ditegaskan dalam bacaan kita di hari ini. Bahwa Tuhan menunggu Yehuda untuk segera bertobat dan hidup benar di hadapan- Nya. Sebab Tuhan dapat mencabut, merobohkan dan membinasakan mereka. Akan tetapi jika Yehuda bertobat dari kejahatan mereka maka Tuhan akan mengasihi mereka dan hendak mendatangkan keberuntungan (Ibr. yasyab, kebaikan/kegembiraan) yang dijanjikan-Nya. Tetapi jika mereka tidak bertobat dari tingkah langkah yang jahat dan memperbaiki perbuatan mereka maka malapetaka akan menimpa Yehuda.
Sobat Obor, ingatlah bahwa dosa-dosa kita telah ditebus oleh Tuhan, telah dibayar lunas melalui penyaliban-Nya. Sehingga ini akan selalu memotivasi hidup di masa muda agar terus hidup benar dalam jalan Tuhan. Sekaligus juga memperbaiki diri dalam setiap perjalanan yang salah dan tersesat dalam kembara di dunia ini. Pertobatan akan terus mengingatkan kita betapa berharganya kehidupan yang Tuhan beri. Pertobatan akan membuat kita terhindar dari penghukuman Tuhan. Sebab kita telah dibebaskan-Nya dari api kekal jangan mau kembali lagi diperdaya untuk hidup dalam kecemaran dosa. Ubahlah hidup kita jika telah salah dan jatuh dalam dosa. Robert Smith mengatakan, pertobatan sejati memiliki dua aspek. Ia memandang hal-hal yang lalu dengan menangis dan masa
depan dengan mata yang waspada. Amin (ARMI)

