KUASA YANG MEMULIHKAN RERUNTUHAN | YESAYA 44 : 26-27

Sobat Obor, Sering kali manusia merasa bahwa ada bagian dalam hidupnya yang sudah rusak terlalu parah sehingga mustahil untuk diperbaiki kembali. Mungkin itu adalah hubungan keluarga yang retak bertahun-tahun, masa depan yang terasa hancur karena kesalahan masa lalu, atau semangat yang sudah padam karena kekecewaan. Dalam situasi seperti itu, kita cenderung menyerah dan menganggap bahwa reruntuhan hidup kita akan tetap menjadi puing selamanya. Kita lupa bahwa Tuhan yang kita sembah bukan hanya mampu menciptakan dari yang tidak ada, tetapi Dia juga sangat ahli dalam membangun kembali apa yang sudah hancur total.

Tuhan memberikan janji yang sangat spesifik dalam ayat 26 bagi umat Nya yang sedang putus asa: “Akulah yang menguatkan perkataan hamba- hambaKu… yang berkata tentang Yerusalem: Biaiklah ia didiami!” Pada waktu ayat ini ditulis, Yerusalem masih merupakan puing-puing karena kehancuran perang. Namun, bagi Tuhan, reruntuhan bukanlah akhir cerita. Berkaitan dengan kuasa Allah yang memulihkan dari titik terendah, Martin Luther pernah menulis: “Adalah sifat Allah untuk menciptakan sesuatu dari ketiadaan; oleh karena itu, Dia tidak dapat melakukan apa pun pada orang yang belum menjadi bukan apa-apa.” Kutipan ini mengingatkan kita bahwa ketika kita merasa hancur, di situlah sebenarnya kuasa Allah mulai bekerja paling nyata untuk membangun kembali hidup kita. Bagi kita pemuda, pesan hari ini sangat jelas: jangan pernah menghakimi masa depanmu berdasarkan reruntuhan yang kamu lihat saat ini. Bahkan di ayat 27, Tuhan menunjukkan bahwa Dialah yang sanggup mengeringkan lautan. Hambatan sebesar lautan sekalipun akan tunduk jika Tuhan berfirman untuk memulihkan kita. Hal ini mengajarkan bahwa lewat kehancuran di kayu salib, Tuhan justru sedang membangun keselamatan yang kekal. Percayalah bahwa jika Tuhan sanggup memulihkan kota yang sudah rata dengan tanah, Dia juga jauh lebih sanggup memulihkan karakter, studi, dan harapanmu yang mungkin sempat runtuh. Amin (DLW