BUKAN MELAYANI DIRI SENDIRI | 1 PETRUS 1:12
Sobat Obor, di zaman seperti saat ini, di mana segala sesuatu nyaris diukur dengan materi, konon, kerja ikhlas menjadi sesuatu yang langka. Pelakunya pun sering disebut aneh. Orang antik. Bahkan malah ada yang menyebutnya orang bodoh. Setiap pekerjaan, apa pun jenis memang tak mudah. Tetap akan ada hal-hal yang membuat kita merasa capai bahkan tertekan. Malahan, karena di dalam setiap pekerjaan dapat dipastikan selalu ada problem yang menyertainya, bekerja justru menjadi sesuatu yang menyiksa. Orang-orang yang bila ada pimpinan disiplin dan bahkan terdisiplin, namun 180 derajat berubah bila bosnya tak ada, merupakan sebuah bukti bahwa bekerja itu sesuatu yang menyiksa. Biasanya. Selain jangan kerja malas, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja berkualias, seorang pimpinan di stratifikasi apapun selalu akan mengajak sejawatnya untuk senantiasa bekerja ikhlas. Untuk bekerja tulus. Mengapa harus bekerja ikhlas? kerja ikhlas bukanlah kerja bodoh, tapi kerja yang sangat pintar! Kerja yang maka tentu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang juga demikian. Mari, meskipun tak dipedulikan orang lain, tetaplah bekerja ikhlas. Dalam bacaan ini, dalam penderitaan dan penganiayaan umat masih ada orang-orang yang melayani bukan untuk mencari kepentingan sendiri namun melayani kepentingan semua orang.
Sobat obor, alangkah indahnya bila semua orang rela menjadi pelayan bagi yang lain. Inilah rancangan Tuhan di dalam Kerajaan-Nya. Kerajaan-Nya dipimpin oleh seorang raja yang rela melayani dan berkorban mati di kayu salib. Siapa yang ingin menjadi pemimpin, dia harus menjadi yang paling rela berkorban dan yang paling rela melayani. Pelayanan kita, bukanlah tempat untuk mencari popularitas. Biarlah Nama Yesus yang semakin ditinggikan, bukan nama kita. Pelayan Tuhan bukanlah seorang selebriti, yang ingin semakin populer, dicari dan dihormati orang. Gereja bukanlah panggung. Bila kita masih mencari “panggung” untuk kehormatan dan popularitas kita sendiri, maka kita perlu mengintrospeksi diri, jangan-jangan kita tidak sedang melayani Tuhan, melainkan sedang melayani hawa nafsu diri sendiri. Amin (BFP)

