PENGAMPUNAN BAGI SETIAP ORANG YANG PERCAYA | KISAH PARA RASUL 10:42-43

Sobat Obor, bayangkan seorang sahabat yang tanpa sengaja mengkhianati kepercayaan temannya. Ia merasa hubungan itu sudah hancur dan tak mungkin dipulihkan. Namun ketika ia berani meminta maaf, temannya justru mengampuni dan menerima kembali. Air mata berubah menjadi sukacita. Pengampunan menghadirkan pemulihan dan harapan baru.

Dalam pemberitaannya di rumah Kornelius, Rasul Petrus menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Hakim atas orang hidup dan orang mati. Namun kabar itu tidak berhenti pada penghakiman. Ia melanjutkan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya akan menerima pengampunan dosa oleh karena nama-Nya. Inilah inti kabar baik Injil. Ayat ini menekankan dua kebenaran penting. Pertama, Yesus adalah Hakim yang berkuasa. Artinya, setiap manusia akan mempertanggungjawabkan hidupnya. Kedua, melalui iman kepada Yesus tersedia pengampunan dosa. Semua nabi telah bersaksi tentang hal ini—bahwa Allah merencanakan keselamatan bagi manusia. Pengampunan bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah. Kata “setiap orang” menunjukkan bahwa keselamatan terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang. Syaratnya adalah percaya kepada Yesus. Iman menjadi jalan untuk menerima kasih karunia itu.

Sobat obor, sebagai umat, kita tidak lepas dari kesalahan—baik dalam perkataan, pergaulan, maupun keputusan hidup. Rasa bersalah bisa membuat kita menjauh dari Tuhan. Namun firman hari ini menegaskan bahwa di dalam Kristus ada pengampunan. Tuhan tidak menunggu kita sempurna; Ia mengundang kita untuk percaya. Saat kita datang dengan iman kepada Tuhan, mengakui kesalahan, pelanggaran dan dosa yang torang ada beking baik itu kepada keluarga, teman dekat/sahabat ato pa orang laeng. Percaya bahwa Ia akan mengampuni torang pe kesalahan serta menghapus dosa dan memberi hati yang baru. Asalkan butul mo berubah, jangan cuma karena ada satu dan lain hal ato ada motif tertentu baru torang mangaku dosa selesai itu torang bukan komitmen melainkan torang beking ulang. Karena itu, mari hidup dalam pertobatan dan keyakinan bahwa pengampunan Tuhan nyata bagi setiap orang yang percaya. Amin (SIS)