KASIH YANG PUNYA TANGAN DAN KAKI | 1 YOHANES 3:18
Sobat Obor, kita tiba di penghujung perenungan minggu ini dengan sebuah pesan: marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Ayat ini seolah menjadi kesimpulan. Yohanes tahu benar bahwa lidah adalah bagian tubuh yang paling mudah bersandiwara. Sangat gampang bagi kita untuk mengutip ayat Alkitab tentang kasih di media sosial, namun semua itu tidak akan berarti apa-apa jika tidak pernah mewujud dalam tindakan nyata. Kasih yang sejati bukanlah teori yang hanya diperdebatkan di ruang diskusi. Kasih itu harus memiliki tangan yang mau merangkul mereka yang terpinggirkan dan kaki yang mau melangkah mendekati mereka yang sedang dalam masalah. Dalam kehidupan sebagai pemuda GMIM, sering kali kita terjebak pada kasih yang hanya berhenti di bibir saja. Kita mungkin mahir memberikan janji manis tanpa benar-benar hadir secara fisik ketika teman kita sedang butuh dukungan moral yang nyata.
Yohanes menegaskan bahwa kasih itu harus ada dalam kebenaran. Artinya, tindakan kita bukan sekadar formalitas atau pencitraan agar dilihat orang sebagai pribadi yang baik. Kasih dalam kebenaran lahir dari hati yang tulus, yang bergerak karena didorong oleh kasih Kristus yang sudah lebih dulu kita terima. Jika kita melihat ada ketidakadilan di depan mata, atau ada teman yang sedang bergumul sendirian, kasih kita harus bicara melalui kehadiran dan bantuan nyata, bukan hanya lewat komentar di balik layar. Mari kita akhiri minggu ini dengan komitmen baru. Berhentilah menjadi orang yang hanya pandai bersandiwara tentang kasih di permukaan. Jadikanlah setiap kata yang kita ucapkan selaras dengan apa yang tangan kita kerjakan. Biarlah dunia mengenal kita bukan karena kepandaian kita berbicara tentang Tuhan, melainkan karena mereka melihat kasih Tuhan itu nyata melalui perbuatan sederhana yang kita lakukan setiap hari. Amin (DLW)

