PENGURAPAN | 1 YOHANES 2:27
Sobat Obor, ketika kita mendengar atau membaca kata pengurapan maka kita pasti langsung menghubungkannya dengan minyak urapan dalam penahbisan para imam, raja dan juga nabi. Biasanya minyak itu dituangkan di atas kepala dan kemudian mengurapi imam, raja dan nabi. Pengurapan pada awalnya adalah kebiasaan para gembala. Gembala-gembala di jaman dulu menuangkan minyak di atas kepala domba, sebab kutu dan serangga bisa masuk ke dalam telinga dan membunuh domba tersebut. Dengan menuangkan minyak maka membuat bulu domba menjadi licin sehingga membuat serangga mustahil mendekati telinga domba. Dengan demikian kita memahami bahwa pengurapan adalah cara Tuhan untuk memilih orang- Nya agar terbebas dari bahaya (dosa) sehingga mereka menjadi teladan dalam kehidupan iman bagi orang yang dipimpin mereka.
Sobat obor, hari ini kita membaca bagaimana Tuhan mengatakan bahwa di dalam diri umat-Nya ada pengurapan yang telah mereka terima daripada-Nya. Pengurapan ini adalah pengajaran yang mengajar segala sesuatu kepada umat-Nya dalam kebenaran dan tidak hidup dalam dusta. Pengurapan yang dulu dikhususkan bagi orag-orang tertentu tetapi sekarang bagi semua orang percaya yang mendengar pengajaran tentang Tuhan Yesus Kristus dan yang mau hidup tinggal di dalam Dia. Pengurapan ini juga adalah kuasa yang kita terima melalui Roh Kudus setelah kita dibaptiskan dan kemudian menerima dengan setia setiap pengajaran- pengajaran iman dalam kehidupan sebagai umat Tuhan.
Sobat obor, sebagai orang muda kita diingatkan bahwa kita telah menerima pengurapan dari pada Tuhan melalui Roh Kudus yang terus menerus mengingatkan kita dengan pengajaran-pengajaran iman yang tidak pernah berhenti. Pengajaran-pengajaran iman ini baik di keluarga dan gereja jangan sampai kita sepelekan bahkan lupakan. Sebab dengan mendengar dan melakukannya maka kehidupan yang dijalani pasti akan berhasil. Keberhasilan ini bukan berarti tanpa hambatan sebab kita harus melewatinya dalam perjuangan iman sehingga kita menang. Percayalah bahwa kita diurapi Tuhan sehingga kita juga harus mengingat bahwa sebagai orang yang diurapi maka kehidupan yang kudus harus terus menjadi gaya hidup di masa muda. Amin (ARMI)

