TAKHTA-MU YA ALLAH TETAP UNTUK SETERUSNYA DAN SELAMANYA DAN TONGKAT-MU ADALAH TONGKAT KEBENARAN | IBRANI 1 : 5 – 14 | Pdt. Denny L Waljufry, S.Th

Sobat Obor, sejarah dunia adalah catatan panjang tentang kekuasaan yang datang dan pergi. Kerajaan-kerajaan besar yang dulunya dianggap tak tergoyahkan, kini hanya menjadi puing-puing sejarah yang dipelajari. Di tengah realitas ini, manusia sering kali merasa cemas karena menyandarkan harapan mereka pada figur, sistem, atau harta yang sebenarnya tidak memiliki jaminan kekekalan. Kita sering terjebak dalam pencarian akan otoritas yang bisa memberi rasa aman, namun kerap kali berakhir pada kekecewaan karena segala sesuatu di bawah kolong langit ini pasti akan berubah ditelan zaman. Penulis kitab Ibrani memberikan sebuah penegasan teologis yang sangat kuat dan mendalam tentang siapa Yesus sebenarnya. Dalam konteks jemaat mula- mula, ada kecenderungan kuat bagi orang-orang pada masa itu untuk sangat mengagumi malaikat sebagai makhluk surgawi yang luar biasa, suci, dan penuh kuasa. Malaikat dianggap sebagai perantara yang paling tinggi antara Allah dan manusia. Namun, pasal pertama kitab Ibrani ini hadir dengan sebuah proklamasi yang sangat radikal dan berani: Yesus jauh lebih tinggi, lebih mulia, dan lebih utama dari segala bala tentara langit maupun penguasa bumi!

Mengapa identitas Yesus begitu krusial untuk dipahami? Karena status Yesus bukanlah sekadar utusan, nabi, atau pelayan sorgawi, melainkan Dia adalah Anak Allah yang tunggal. Penulis Ibrani memberikan argumen yang tak terbantahkan dengan mengutip nubuat-nubuat lama untuk menunjukkan bahwa tidak pernah ada satu malaikat pun yang disapa Allah dengan kalimat yang begitu personal dan penuh otoritas: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini”. Sementara malaikat adalah makhluk yang diciptakan dengan tugas spesifik untuk melayani, Yesus adalah Sang Anak yang kepadanya seluruh semesta sujud menyembah. Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah yang sempurna, yang menopang segala yang ada dengan firman- Nya yang penuh kekuasaan. Kita hidup di era distrupsi, di mana dunia menawarkan banyak “tuhan” baru yang tampak menjanjikan: kemajuan teknologi, tumpukan materi, hingga haus akan validasi serta popularitas di dunia digital. Namun, di balik semua itu, firman Tuhan mengingatkan kita pada sebuah kebenaran fundamental:”Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya.” Jika Yesus yang kita sembah adalah Dia yang memegang takhta abadi, maka tidak ada satu detik pun dalam hidup kita yang berada di luar kendali-Nya.

Mungkin saat ini kamu sedang merasa cemas akan masa depan, atau rencana studi yang tampak menemui jalan buntu. Ingatlah bahwa Dia yang naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah adalah pribadi yang sama yang menjanjikan penyertaan-Nya bagimu. Takhta-Nya tidak pernah goyah, tidak pernah runtuh, dan tidak akan pernah berakhir. Dia adalah Raja yang memimpin dengan “tongkat kebenaran”. Artinya, otoritas-Nya bukanlah otoritas yang korup atau menindas seperti yang sering kita lihat di dunia, melainkan kekuasaan yang membawa keadilan, pemulihan, dan kepastian bagi mereka yang tertindas. Ayat 14 mengingatkan bahwa malaikat-malaikat hanyalah “roh-roh yang melayani” yang diutus untuk membantu kita. Bayangkan betapa berharganya posisi kita di mata Tuhan; bahkan seluruh bala tentara surga pun diperintahkan oleh Sang Raja untuk menopang dan menjaga perjalanan iman kita sebagai orang muda. Kita tidak berjalan sendirian di tengah kerasnya tantangan zaman ini.

Mari kita jadikan minggu perenungan ini sebagai momen untuk mengalihkan pandangan dari hal-hal yang fana kepada Dia yang kekal. Jangan biarkan hatimu terikat pada apa yang bisa hilang dalam sekejap mata. Letakkanlah seluruh harapan, ambisi, dan masa depanmu pada Yesus, Sang Anak Allah, yang takhta-Nya teguh melampaui waktu. Jika Dia yang memegang kendali atas seluruh dunia, maka tidak ada lagi alasan untuk hidup dalam ketakutan. Hiduplah dengan keberanian dan integritas sebagai pewaris keselamatan, karena Rajamu adalah Raja di atas segala raja yang kekuasaan-Nya abadi selamanya. Amin (DLW)