Renungan Obor
Pemuda GMIM
Rupa-Rupa Karunia, Tetapi Satu Roh Untuk Kepentingan Bersama | 1 Korintus 12:1-11 | Pdt. Meifira Tanor, M.Th
Lirik lagu NKB 111 berbunyi: “Gereja bagai bahtera di laut yang seram, mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Mengamuklah samudera dan
Dimuliakanlah Allah Dan Bapa Kita Selama-lamanya | Filipi 4:20
Sobat obor, Filipi 4:20 adalah sebuah doksologi. Dalam Wikipedia doksologi diartikan dengan madah pendek kepada Allah di dalam bentuk ibadah
Allah Penyedia | Filipi 4:19
A llahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulian-Nya dalam Kristus Yesus (4:19). Ayat ini bisa saja kita gunakan
Epafroditus Yang Mempesona | Filipi 4:18
Sobat obor, Epafroditus kurang populer jika dibandingkan dengan tokoh Alkitab lainnya. Memang nama Epafroditus hanya disebutkan dua kali dalam surat
Sesuatu Yang Baik | Filipi 4:14-17
Sebelumnya Paulus sudah menegaskan bahwa dengan kekuatan Kristus dia telah belajar untuk mencukupkan diri dalam segala keadaan, baik kelimpahan maupun
Kekuatan Dari Tuhan Memampukan Kita | Filipi 4:13
Sobat obor, Paulus diperhadapkan dengan banyak pergumulan ketika mengabarkan Injil, dan ketika menulis surat kepada jemaat di Filipi, Paulus harus
Bersukacita Dalam Tuhan | Filipi 4:10-12
Sobat obor, banyak cara mengekspresikan sukacita, tapi tidak semua cara itu berkenan di hadapan Tuhan. Terkadang manusia bersukacita dengan cara
Segala Perkara Dapat Kutanggung Di Dalam Dia | Filipi 4:10-20 | Pdt. Frani P. Kuron, S.Th
Surat Filipi ditulis oleh Paulus dari dalam penjara (1:7) ,untuk berterima kasih kepada jemaat di Filipi karena telah menolongnya dengan
Dalam Rancangan Tuhan | Yeremia 29:9
Di kota Los Angeles, ada seorang pengemis yang matanya buta. Setiap hari ia berjalan di pinggiran jalan yang ramai dilalui
Menyuarakan Kebenaran Bukan Kepalsuan | Yeremia 29:8
Ketika diutus Tuhan menjadi nabi bagi bangsa Israel, Yeremia menyerukan dua hal. Pertama, supaya Israel menyerah saja dan tidak memberontak
Tidak Serakah | Yeremia 29:7
Keserakahan adalah lambang bencana dan pangkal malapetaka. Ia bagaikan seorang ayah yang menghisap semua sari buah tebu, dan menyisahkan ampasnya
Kehendak Sang Pencipta! | Yeremia 29:4-6
Manusia adalah mahluk Allah yang otentik. Yang harus mengambil kesimpulan dan keputusan sendiri. Atas dasar pertimbangan-pertimbangannya sendiri. Atas dasar resiko-resikonya

